BUPATI BOGOR TEGASKAN PERAN GI NARKOTIK dan OBAT-OBAT TERLARANG DARI MASYARAKAT KABUPATEN BOGOR

News

Koranpotensi, Bogor – Cibinong Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan komitmen kuat agar Pemerintah Kabupaten Bogor pada kamis,2 April 2026 INI agar sungguh-sungguh memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, Komitmen tersebut diwujudkan dengan langkah awal dan nyata di laksanaan tes urine dari kantor Pemerintahan secara acak.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan secara tegas bahwa upaya Pemberantasan narkoba harus di awali dari internal Pemerintahan sebagai contoh serta bentuk keteladanan bagi masyarakat Bogor.

“ Ketika kita memulai memerangi narkotika dan obat-obatan terlarang ini maka kita harus memberikan contoh terlebih dahulu. Untuk itu, kami meminta agar mulai dilakukan pemeriksaan tes urine secara acak di kantor-kantor pemerintah,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine dimulai dari dirinya sebagai bentuk keseriusan dan transparansi.

“Saya ingin dimulai dari ruangan ini, dimulai dari saya sebagai Bupati Bogor. Kita harus menunjukkan kepada publik bahwa kita benar-benar serius dan tidak hanya sebatas penyampayan atau imbauan dari Pemerintah Bogor tapi harus kita buktikan agar masyarakat Bogor mengetahui keseriusan Kita ,” tegasnya.

Bupati Bogor juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan tes urine agar tidak terjadi praktik kecurangan, serta memastikan hasil pemeriksaan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, baik melalui langkah pencegahan maupun penindakan secara tegas.

“Jika ada yang terindikasi dan melapor, kita arahkan untuk rehabilitasi. Namun jika tidak terbuka dan terbukti melalui pemeriksaan maka akan di berikan sanksi tegas. Ini adalah wujud keseriusan kita dalam menjaga masyarakat Kabupaten Bogor bebas dari ancaman narkoba,” ucapnya

Langkah ini merupakan langkah awal bagian dari upaya menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa dari ancaman narkotika, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen Pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama Kepala BNN Kabupaten Bogor, ” Kombes Pol. Anggun Cahyono, S.I.K menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam penanganan pencegahan narkoba.

Ia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menjadi salah satu perangkat daerah pertama yang telah dilakukan tes urine secara menyeluruh, dengan hasil yang menunjukkan tidak adanya temuan penyalahgunaan.

“Alhamdulillah hasilnya tidak ada temuan. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga karena tidak semua penyalahgunaan dapat langsung terdeteksi,” tegasnya

Lebih lanjut, disampaikan bahwa berdasarkan data survei nasional yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional berada di kisaran 2,11 persen. Jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor, diperkirakan terdapat lebih dari 100 ribu jiwa yang berpotensi terindikasi.

“Ini menjadi tantangan besar bagi kita bersama, karena jumlah penanganan kasus yang ada saat ini masih jauh dari estimasi tersebut,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan angka prevalensi setiap tahun bukan semata menunjukkan kegagalan, melainkan juga mencerminkan keterbukaan dan peningkatan upaya pengungkapan kasus di lapangan.

Dalam upaya pencegahan, BNN Kabupaten Bogor terus mendorong berbagai program, seperti edukasi ke sekolah, pembinaan masyarakat, serta pengembangan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Selain itu, layanan rehabilitasi rawat jalan dan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) juga terus berjalan dan diperkuat.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, BNN, aparat penegak hukum, serta masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif demi melindungi masyarakat terutama generasi muda kabupaten Bogor” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *