DPRD Bekasi Ingatkan Dishub Agar Program Trans Beken Tak Ulangi Kegagalan Lama

Advetorial

Koranpotensi, Kota Bekasi – Rencana peluncuran program transportasi massal Bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) mendapat perhatian dari DPRD Kota Bekasi. Dewan mengingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) agar tidak mengulangi kegagalan pengelolaan transportasi publik sebelumnya, yakni Bus Trans Patriot.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menyampaikan bahwa pengalaman buruk pengelolaan Trans Patriot harus menjadi pelajaran penting sebelum armada baru resmi dioperasikan. Menurutnya, program transportasi publik membutuhkan perencanaan yang matang agar tidak kembali mengalami kegagalan seperti sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu bus Trans Patriot memang merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan, namun pengelolaan operasionalnya dinilai tidak berjalan optimal. Kurangnya perencanaan dan manajemen membuat layanan tersebut tidak diminati masyarakat, perawatan armada terbengkalai, bahkan memunculkan beban utang kepada pihak ketiga.

Karena itu, DPRD meminta Dishub memastikan seluruh aspek operasional Trans Beken dipersiapkan secara matang. Hal tersebut mencakup pengaturan rute, sistem pelayanan, hingga strategi menarik minat masyarakat agar transportasi publik benar-benar digunakan secara luas.

Bus Trans Beken sendiri direncanakan melayani rute Terminal Induk Bekasi menuju Harapan Indah dengan sejumlah titik pemberhentian di sepanjang koridor tersebut. Armada yang disiapkan terdiri dari beberapa unit bus aktif serta satu unit cadangan untuk mendukung operasional layanan.

Dalam pengoperasiannya, program ini akan menggunakan skema Buy The Service (BTS), di mana pemerintah daerah membayar operator berdasarkan layanan yang diberikan sesuai kontrak. Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan pengawasan tetap berada di tangan pemerintah daerah.

DPRD menegaskan bahwa peluncuran Trans Beken harus benar-benar menjadi solusi transportasi bagi masyarakat Kota Bekasi. Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang profesional, diharapkan program tersebut dapat berjalan berkelanjutan serta tidak mengulangi pengalaman kurang baik yang pernah terjadi pada layanan transportasi sebelumnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *